Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh.....
MUTIARA-MUTIARA KOPI
KEHIDUPAN, KOPI, DAN ROKOK
Kuhirup kopi panas itu penuh kenikmatan…
Kuciumi aromanya yang khas dan kuhisap sari patinya …
Kugigiti bulir bulir kecil kopi itu sambil kuresapi kegurihan tubuhnya…
Ia mulai bergulir dilidahku dan rasa itu mencapai kepuasannya… Kuhembuskan asap putih rokok itu hingga perlahan menyebar…
Mengalirkan aroma bau khas tembakau yang menyesakkan…
Membius menggelorakan dan menghabiskan nafasku…
Perlahan kuletakkan dan kutekan berputar hingga bara itu sirna…
Secangkir kopi adalah awal mula kehidupan…
Yng hangat yang memberi semangat dan mengalirkan gairah…
Kita akan melangkah dengan gagah memulai kodrat kita…
Pahitnya tantangan dan manisnya keberhasilan… itulah hidup… Sebatang Rokok adalah pelengkap sempurna…
Tentang racun dunia dan makna hidup…
Yang dihirup dan terhirup pada tiap tarikan nafas…
Hingga rasa sakit itu datang untuk menghapus sebagian dosa…
Kafein dan Nikotin itu biarlah bersamaku…
Kalian jadi punya contoh cermin buruk tentang hidup…

SELINTING TEMBAKAUTembakau
Tembang parau kepala bercaping
Membasuh kulit dalam peluh
Bersajak di antara hijau
Melantunkan asa pada si Buyung
Di antara rintik hujan
Melafalkan doa di kolong langit
Agar kelak benderang harinya
Emas hijau yang ia semai dulu
Kini menari di atas tanah
Melambai pada mentari
Memadu kasih dengan anak-anak angin
Tanpa menahu, kelak ia akan dipasung
Dicap pembunuh
Oleh tenggorokan yang haus akan rupiah-rupiah berwajah dangdut
Buta!
Mereka buta masa depan!
Hijaunya yang kelak menjadi emas
Hanya akan dipandang sebelah mata
Mesra!
Teramat sangat mesra!
Jeruji diskriminasi, borgol kriminal
Kelak memelukmu erat
Tanpa sadar
Rupiah-rupiah berwajah dangdut itu disumbangkan
Demi Ibu Pertiwi, demi anak-anak manusia
Yang tertunduk lesu di bangku rumah sakit
Yang bersemadi dalam lara di puskesmas
Agar mereka bisa menggantung mimpi lebih tinggi
Di esok hari, jika ada
Kepala bercaping
Aku bersajak untukmu dan Taru Martani
Penyambung napas di tanah Ibu Pertiwi
Tanah Airku, Indonesia!
SATU KECUP KERINDUAN
Lepas kepenatan
Menyurup kopi buatanmu
Sembari menulis satu catatan
Tentang rinduku dan rindumu
Katamu;
Bila mengingatku
Lepaskan satu senyum saja
Sebagai tanda
Rindu kita selalu ada
Dan aku disini
Melakukan hal yang serupa
Melukis senyummu dihati ini
Inilah cara kita
Sekian lama berbagi rasa
Kerinduan yang terdalam
Sedalam rindu yang tak pernah padam
Disini aku selalu menantimu
Bila bertemu
Telah kusiapkan
Satu kecup kerinduan
Pada kening matamu
Sebab matamu adalah jawaban
Atas segala rasa penantianku
Juga seribu pelukan
Yang telah larut dalam kemesraan
Cinta kita
Dan kerinduan
Atas hakikatNYA.
Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar